Selasa, 02 Januari 2018

Sistem mentoring dalam tasawuf


Sebuah telaah dari:
Judul                           : ‘Subhah’Relasi Mursyid dan Murid dalam Pendidikan spiritual tarekat
Penulis                         : Moh. Isom Mudin
Sumber                        : Jurnal Tsaqafah Volume 11, nomor 2, November 2015
Tarekat merupakan cara khusus yang ditempuh para  salik untuk mencapai makrifah dan maqam-maqam tertentu. Maqam ini tidak bisa didapat denagn sendirinya, melainkan dengan usaha yang keras dalam beribadah.
Sedangkan kata thariqah berasaldari kata thariq yang berarti jalan yang dilalui dengan kaki. Kemudian kata ini digunakan untuk menunjukkan jalan hidup, baik positif maupun negatif. Dan thariqah sendiri sangat berkaitan erat dengan kaum sufi. Setiap tarekat memilki cara yang berbeda dengan tarekat yang lain. Namun secara umum, inti dari tujuan tarekat sebenarnya tidak berbeda. Tarekat memiliki penekanan yang lebih dibidang pendidikan batin. Dengan tarekat ini menjadikan harusnya, salik semakin dekat dengan-Nya karena tetap memakai 3 asas islam yaitu : Iman, Islam, dan Ikhsan
Dan apa itu subhah?  Subhah berasal dari kata sabiha untuk menunjukkan hubungan yang erat antara seseorang lantaran seringnya berinteraksi. Kata inidigunakan untuk menggambarkan hubungan antara murid dengan mursyid. Manusuia pasti membutuhkan pembimbing yang menyemangatinya dalam segala hal. Maka sangat penting kedudukan mursid disini guna menghantarkan murid ke makrifah. Maka mursid harus memuliki kepakaran dalam 5 hal. pertama pandangan ruhani yang jelas. Kedua cita-cita yang tinggi. ketiga pengetahuan yang benar. Keempat kondisi jiwa yang diridhoi. Terakhir  mata batin yang tajam.
Dan sebagai murid harus tunduk patuh kepada sang guru. Dan tidak segan menceritakan pengalamannya kepada gurunya agar tejadi interaksi. Sehingga sang guru dapat memberi masukan atau bimbingan.
Dalam kehidupan modern ini konsep ini diadopsi dalam betuk lain. Misalnya promotor gelar doctor dengan mahasiswa bimbingannya dan lain-lain.

Tidak ada komentar: