Minggu, 14 Januari 2018

KELANGKAAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM


Dalam semua kegiatan Ekonomi, tidak bisa dilepaskan dari tiga serangkai ekonomi yaitu : produksi, distribusi, dan konsumsi. Dalam hal ini, satu dengan yang lain saling berkaitan. Membangun sebuah keseimbangan. Dan keseimbanagan itu terjadi apabila antara penawaran disisi produksi, dan permintaan di sisi konsumsi seimbang. Ditambah dengan distribusi yang lancar. 


Ketidak seimbangan dari salah satu sisi inilah yang menghasilkan problem-problem dalam ekonomi. Misalnya : inflasi, ketidak seimbangan pasar, pengangguran dan lain-lain. ketidakseimbanagan ini memang wajar dan pasti terjadi  dalam kegiatan ekonomi dimanapun dan kapanpun sekarang maupun dulu. Jika ini terjadi akibat di sebabkan faktor alam seperti gagal panen yang mengakibatkan produksi menurun. Atau jalan putus yang berakibat distribusi macet. Hal ini sering terjadi dan pastinya mempengaruhi harga. Dan bisa dipastikan juga akan mempengaruhi tingkat inflasi. Tapi hal ini akan mudah kembali normal seperti semula.
Islam memandang  jalannya kelangkaan adalah suatu  hal yang wajar. Tapi Islam  sangat melarang perilaku ekonomi yang menggangu keseimbangan pasar serta dengan sengaja membuat kelangkaan ini . Contohnya : menimbun, monopili, dan lain-lain.  Kita catat disini, berarti ada faktor kesengajaan menaikkan harga dengan penimbunan itu. Sehingga menaikkan harga, setelah harga naik barulah barang di lepas denagan harga tinggi. Perilaku curang (unfair) Inilah yang Islam larang karena dampaknya yang begitu besar.
Memang perbuatan ini berasal dari perilaku ekonomi individu seseorang, yang berdampak langsung ke perseorangan yang behubungn dengan si pelaku. Tapi damak tak langsung adalah perekonomian Negara. Kita tentunya ingat bahwa Negara merupakan kumpulan individu kolektif. Bayangkan jika semua orang menimbun barang, kelangkaan terjadi dimana-mana mau makan apa kita?. Oleh karena itu, Islam SANGAT melarang hal ini.
Seperti yang sudah penulis singgung di awal, biarlah kelangkaan terjadi sesuai dengan siklus alamiah yang normal. Dan pemerintah sebagai penegak aturan penjaga stabilitas ekonomi selalu mengawasi dan bertindak nyata. Dan juga kita sebagai individu pelaku kegiatan ekonomi turut menjaga agar kelangkaan sesuai dengan alurnya, tidak ada praktik merugikan orang lain. Karena hal inilah yang mengakibatkan kelangkaan.

Tidak ada komentar: