Sejarah masuknya Kapitalisme di Indonesia
berbarengan dengan masuknya penjajah Belanda dengan kongsi dagangnya VOC di Indonesia.
Belanda dengan perusahaan dagangnya itu menjalin hubungan dagang dengan masyarakat
setempat, yang semula hanya ingin berdagang sampai pada memonopoli perdagangan
rempah-rempah di Indonesia. Sejarah masuknya paham ini berawal dari
diberlakukannya sistem tanam paksa sampai runtuhnya VOC kemudian
diberlakukannya politik Etis dengan dibukanya peluang-peluang pengelolaan tanah
yang seluas-luasnya kepada pihak swasta oleh Pemerintah Hindia-Belanda,
sehingga mengudang para pemilik modal untuk mengembangkan usahanya di Indonesia.
Hal ini terlihat pada sekitar tahun 1800-an banyak bermunculan pabrik-pabrik
tebu milik swasta di Jawa. bisa dilihat didaerah eks karisedenan madiun
terdapat banyak sekali pabrik-pabrik tebu disana.
Jumat, 22 Desember 2017
Kamis, 21 Desember 2017
PERTANYAAN TUHAN
- Tuhan tidak bertanya jenis mobil yang kau gunakan, tapi Tuhan bertanya berapa banyak orang miskin yang kau beri tumpangan.
- Tuhan tidak bertanya seberapa banyak ilmumu, tapi Tuhan bertanya seberapa banyak keguanaannya.
- Tuhan tidak bertanya apa warna kulitmu, tapi Tuhan bertanya tentang budi pekertimu.
- Tuhan tidak bertanya seberapa tinggi jabatanmu, tapi Tuhan bertanya seberapa tinggi pengabdianmu.
- Tuhan tidak bertanya di lingkungan mana kau tinggal, tapi Tuhan bertanya di lingkungan mana kau berjuang.
PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL
Bangsa
Indonesia terbentuk dalam fase sejarah yang lama. Dari fakta-fakta empiris
bahwasannya ada bangsa-bangsa besar dizaman dahulu diIndonesia ini. Maka nilai
dan budaya bangsa kita ini tidak akan jauh-jauh dari budaya nenek moyang kita,
dalam pepatah dikatakan buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Langganan:
Komentar (Atom)
-
Tuhan tidak bertanya jenis mobil yang kau gunakan, tapi Tuhan bertanya berapa banyak orang miskin yang kau beri tumpangan. Tuha...
-
PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL Bangsa Indonesia terbentuk dalam fase sejarah yang lama. Dari fakta-fakta empiris bahwasa...

