Jumat, 22 Desember 2017

KAPITALISME DI INDONESIA

KAPITALISME

Sejarah masuknya Kapitalisme di Indonesia berbarengan dengan masuknya penjajah Belanda dengan kongsi dagangnya VOC di Indonesia. Belanda dengan perusahaan dagangnya itu menjalin hubungan dagang dengan masyarakat setempat, yang semula hanya ingin berdagang sampai pada memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Sejarah masuknya paham ini berawal dari diberlakukannya sistem tanam paksa sampai runtuhnya VOC kemudian diberlakukannya politik Etis dengan dibukanya peluang-peluang pengelolaan tanah yang seluas-luasnya kepada pihak swasta oleh Pemerintah Hindia-Belanda, sehingga mengudang para pemilik modal untuk mengembangkan usahanya di Indonesia. Hal ini terlihat pada sekitar tahun 1800-an banyak bermunculan pabrik-pabrik tebu milik swasta di Jawa. bisa dilihat didaerah eks karisedenan madiun terdapat banyak sekali pabrik-pabrik tebu disana.
Kapitalisme sendiri berasal dari serapan kata bahasa Inggris capitalism dengan capital yang berarti modal. Dan dengan tambahan ism yang berarti paham atau ajaran. Sehingga Kapitalisme adalah suatu paham yang memandang semua kegiatan ekonomi yang diatur dan dikendalikan oleh segelintir orang atau para pemilik modal.
Kapitalisme tidak begitu saja serta-merta lepas dari Indonesia setelah hengkangnya penjajah Belanda. Tapi warisan kuat paham-paham Kapitalisme sudah mengakar di Indonesia, seperti masyarakat Indonesia sebelum datangnya penjajah masih menggunakan instrument tradisional seperti maro limo, bagihasil kemudian mengenal bank dengan bunga ribanya. Memang pada awal-awal orde lama pemerintah cenderung menggunakan sistem ekonomi sosialis, dengan ekonomi terpipimpinnya.
Setelah kejatuhan orde lama dan berganti dengan orde baru hegemoni kapitalis-kapitalis merajai Indonesia. Dengan di luncurkannaya program repelita rencana pembangunan lima tahun. Indonesia memasuki babak baru, pembangunan disegala sektor infrastruktur, migas, transportasi, pertambangan, dll membuka seluas-luasnya kepada para investor asing untuk mengeksploitasi Indonesia. Yang pastinya penanaman isvestasi dengan syarat-syarat tertentu, misalnya dengan bunga yang tingggi atau lihat saja perusahaan Freeport dengan kontrak 35 tahunnya. Dengan pinjaman dana Bank Dunia, IMF,ICCG, CGI. Kapitalis menancapkan kukunya yang pastinya dengan instrumen ribawi “bunga”.
Setelah krisis moneter tahun 1998 pada zaman reformasi ini Indonesia seakan mengulang sejarah. Pertumbuhan ekonomi dengan bersandarkan sifat konsumenisme dan  pembangunan infrastruktur dengan pinjaman dari pihak asing yang digalakan pemerintah sekarang ini,  lagi-lagi dan lagi menjadi sasaran tembak para kapitalis dan paham Kapitalisme yang diusung mereka. Dan yang menjadi korbannya adalah rakyat miskin. Dengan paham neoliberalisme hanya menguntungkan segelintir pihak, yang parahnya itu adalah pihak asing. Seperti pada masa penjajahan belanda

Dengan demikian paham Kapitalisme sangat berbahaya dan mengancam keutuhan bangsa. Karena kesejahteraan hanya dinikmati oleh segelintir orang yang mengakibatkan kesenjangan sosial semakin melebar yang menimbulkan keguncangan sosial yang hebat. Bayangkan orang dalam keadaan perut kosong dapat berbuat apa saja demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Ingat peristiwa reformasi 1998 penjarahan dimana-mana karena harga sangat tinggi sehingga tak dapat lagi dijangkau maasyarakat. Dan itulah yang sedang dituju sekarang ini.

Tidak ada komentar: