Sejarah masuknya Kapitalisme di Indonesia
berbarengan dengan masuknya penjajah Belanda dengan kongsi dagangnya VOC di Indonesia.
Belanda dengan perusahaan dagangnya itu menjalin hubungan dagang dengan masyarakat
setempat, yang semula hanya ingin berdagang sampai pada memonopoli perdagangan
rempah-rempah di Indonesia. Sejarah masuknya paham ini berawal dari
diberlakukannya sistem tanam paksa sampai runtuhnya VOC kemudian
diberlakukannya politik Etis dengan dibukanya peluang-peluang pengelolaan tanah
yang seluas-luasnya kepada pihak swasta oleh Pemerintah Hindia-Belanda,
sehingga mengudang para pemilik modal untuk mengembangkan usahanya di Indonesia.
Hal ini terlihat pada sekitar tahun 1800-an banyak bermunculan pabrik-pabrik
tebu milik swasta di Jawa. bisa dilihat didaerah eks karisedenan madiun
terdapat banyak sekali pabrik-pabrik tebu disana.
Kapitalisme
sendiri berasal dari serapan kata bahasa Inggris capitalism dengan capital
yang berarti modal. Dan dengan tambahan ism yang berarti paham atau
ajaran. Sehingga Kapitalisme adalah suatu paham yang memandang semua kegiatan
ekonomi yang diatur dan dikendalikan oleh segelintir orang atau para pemilik
modal.
Kapitalisme
tidak begitu saja serta-merta lepas dari Indonesia setelah hengkangnya penjajah
Belanda. Tapi warisan kuat paham-paham Kapitalisme sudah mengakar di Indonesia,
seperti masyarakat Indonesia sebelum datangnya penjajah masih menggunakan
instrument tradisional seperti maro limo, bagihasil kemudian mengenal
bank dengan bunga ribanya. Memang pada awal-awal orde lama pemerintah cenderung
menggunakan sistem ekonomi sosialis, dengan ekonomi terpipimpinnya.
Setelah
kejatuhan orde lama dan berganti dengan orde baru hegemoni kapitalis-kapitalis
merajai Indonesia. Dengan di luncurkannaya program repelita rencana pembangunan
lima tahun. Indonesia memasuki babak baru, pembangunan disegala sektor
infrastruktur, migas, transportasi, pertambangan, dll membuka seluas-luasnya
kepada para investor asing untuk mengeksploitasi Indonesia. Yang pastinya penanaman
isvestasi dengan syarat-syarat tertentu, misalnya dengan bunga yang tingggi
atau lihat saja perusahaan Freeport dengan kontrak 35 tahunnya. Dengan
pinjaman dana Bank Dunia, IMF,ICCG, CGI. Kapitalis menancapkan kukunya yang
pastinya dengan instrumen ribawi “bunga”.
Setelah
krisis moneter tahun 1998 pada zaman reformasi ini Indonesia seakan mengulang
sejarah. Pertumbuhan ekonomi dengan bersandarkan sifat konsumenisme dan pembangunan infrastruktur dengan pinjaman dari
pihak asing yang digalakan pemerintah sekarang ini, lagi-lagi dan lagi menjadi sasaran tembak
para kapitalis dan paham Kapitalisme yang diusung mereka. Dan yang menjadi
korbannya adalah rakyat miskin. Dengan paham neoliberalisme hanya menguntungkan
segelintir pihak, yang parahnya itu adalah pihak asing. Seperti pada masa
penjajahan belanda
Dengan
demikian paham Kapitalisme sangat berbahaya dan mengancam keutuhan bangsa.
Karena kesejahteraan hanya dinikmati oleh segelintir orang yang mengakibatkan
kesenjangan sosial semakin melebar yang menimbulkan keguncangan sosial yang
hebat. Bayangkan orang dalam keadaan perut kosong dapat berbuat apa saja demi
memenuhi kebutuhan hidupnya. Ingat peristiwa reformasi 1998 penjarahan
dimana-mana karena harga sangat tinggi sehingga tak dapat lagi dijangkau
maasyarakat. Dan itulah yang sedang dituju sekarang ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar